Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban – LPSK menjadi satu-satunya lembaga Negara yang memiliki kewenangan melindungi saksi dan juga korban yang menghadapi proses hukum.

Pembantu Dekan I Fakultas Hukum UPB Pontianak Henny Damaryanti, SH, M.Hum mengatakan, kuliah umum ini sangat dibutuhkan oleh sejumlah civitas akademika UPB, khususnya di Fakultas Hukum. Karena sejak lama, Fakultas Hukum sudah mempelajari peran dan wewenang LPSK dalam mata kuliah Hukum dan Viktimologi.

” Ini sangat penting dari sisi akademis. Karena yang telah disampaikan Dosen pengampu mata kuliah itu di semester VI, bisa diaplikasikan langsung oleh mahasiswa. Terlebih lagi mahasiswa bisa langsung bertanya dengan sumber informasinya, karena yang datang adalah Ketua LPSKnya langsung,” katanya.

Selain itu dosen lain Alexander Sebayang, SH, MH, mengatakan, walaupun di Kalbar belum ada LPSK, namun dengan hadirnya lembaga ini melakukan sosialisasi dalam bentuk kuliah umum, minimal menjadi bukti hadirnya LPSK kepada masyarakat. Ini menjadi penting menurut Sebayang, karena banyak sekali faktor sesuai Undang – Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, yang harus semakin diperjelas.

” Dari sisi korban, mahasiswa disini bisa mengulik tentang pemberian perlindungan, dan menempatkan di tempat khusus. Kemudian bagaimana pola nenjaga kerahasiaan. Terlebih lagi dalam hal ganti kerugian seperti restitusi dari pelaku atau kompensasi dari negara,” terangnya.

Kedua akademisi senior Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti – UPB inipun sepakat, jika LPSK memang harus mendirikan perwakilan atau semacam komisi yang bisa diakses oleh masyarakat Kalbar.

” Kami merasa memang ini sudah harus ya, karena banyak sekali saksi dan korban yang mengalami proses hukum, tidak tahu harus kemana mendapatkan perlindungan. Apalagi dalam Undang – Undang sudah menyiratkan perihal penggantian restitusi kepada korban dan lainnya, sehingga hal ini memang harus menjadi acuan LPSK untuk mendirikan perwakilannya di Kalbar,” ungkap Henny dan Alex.

Sementara Dekan Fakultas Hukum UPB Pontianak Yenny AS, SH, MH, saat membuka kegiatan kuliah umum ini mengatakan, mahasiswa yang hadir adalah dari sejumlah jenjang semester, sehingga sosialisasi ini diharapkan tepat sasaran.

” Kami sangat menyambut baik kedatangan LPSK ke kampus kami, sehingga mahasiswa yang juga beberapa sudah bekerja di lembaga penegak hukum, selain itu yang akan menjadi advokat kedepannya, bisa mengambil pelajaran penting dari sosialisasi ini, baik mengenai hak korban dan saksi dan sistem perlindungan yang akan dilakukan,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua LPSK Dr. Abdul Haris Semendawai, SH, LLM., mengatakan peran penting dari sosialisai ini berekses lebih matangnya pengetahuan soal lembaga yang dipimpinnya itu. Selain itu juga, sebagai langkah kerjasama dengan para akademisi bidang hukum di Kalbar khususnya di Pontianak, untuk lebih memahami kinerja yang selama ini telah dilakukan oleh LPSK.

” Kami ingin mendengar sejumlah masukan dari mahasiswa, ataupun pertanyaan yang menjadi bagian penting untuk memperkenalkan lebih lagi LPSK,” pungkasnya.

Kegiatan kuliah umum ini dimulai sejak pukul 11.00 WIB yang dihadiri juga oleh Rektor UPB Pontianak, sejumlah Dosen Fakultas Hukum Universitas tersebut, dan juga mahasiswa Fakultas Hukum dari berbagai jenjang semester.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.